Seminar Nasional IKJ

 

Saat ini dunia sedang dikejutkan dengan betapa dahsyatnya kemajuan teknologi yang mempengaruhi hidup manusia yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dalam menghadapi perkembangan luar biasa ini, lembaga pendidikan seni perlu berkontribusi untuk menghadapi perkembangan teknologi – artificial intelligence – dalam kaitan dengan pemanfaatannya dalam kesenian. Saat ini kita tahu dan sadar bahwa artificial intelligence (AI) sudah menjadi kekhawatiran dunia. Dan Ketika membicarakan kesenian yang melibatkan emosi manusia, hak cipta seniman, etika penciptaan seni, dan sejumlah masalah penting lainnya terkait keberadaan manusia mau tidak mau kita harus mendiskusikannya dalam forum akademik yang melibatkan berbagai pemikiran yang pada gilirannya akan menjadi kontribusi lembaga Pendidikan seni dalam menghadapi teknologi AI. Kita dihadapkan pada fakta bahwa, di satu sisi, kemajuan teknologi sangat membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam berkesenian, tetapi di sisi lain teknologi yang melaju tak terkendali dikhawatirkan bukan membawa manfaat melainkan justru mengancam kehidupan manusia, dalam hal ini semua yang terlibat dalam dunia seni. 

Salah satu isu penting dalam konteks ini yaitu tentang peran dan pengaruh Artificial Intelligence (AI) dalam kesenian, yang telah membuka kemungkinan baru namun juga menimbulkan permasalahan yang kompleks. AI telah mengubah lanskap kesenian dengan adopsi teknologi yang terus berkembang seperti pemrosesan bahasa alami, pengenalan gambar, dan generasi konten otomatis. Penggunaan AI dalam seni dan media seni menimbulkan pertanyaan tentang kreativitas, keaslian, dan interaksi manusia dengan karya seni. Bagaimana seniman dan institusi seni dapat memanfaatkan AI secara kreatif tanpa mengorbankan esensi manusia dalam kesenian?

04-Edit-image-IKJ

Perkembangan dan pergerakan dunia seni berjalan seiring perkembangan teknologi yang luar biasa. Dunia seni terus berkembang ke berbagai arah karena munculnya media baru dan teknologi super canggih. Ketika berbicara tentang dunia seni, banyak hal yang terlibat di dalamnya. Kemajuan teknologi yang sudah mencapai kecerdaan artifisial/buatan di satu sisi membuka banyak pintu bagi kesenian, tetapi di sisi lain juga dapat mengancam dunia seni itu sendiri yang terkait dengan logika kesenian; kemurnian dalam berkarya, keunikan karya yang tercipta dari tangan seniman dengan berbagai latar belakang, tujuan hidup, ideologi, dan lain sebagainya. Berada berhadap- hadapan kemajuan teknologi yang mengguncang keberadaan manusia, termasuk seniman, perlu sikap dan cara berpikir yang tepat.

  • Bagaimana seniman dan institusi seni dapat mengeksplorasi batas-batas baru dalam seni dan media seni dengan menggunakan teknologi ini, sehingga menghasilkan karya yang inovatif, relevan, dan mempertahankan keaslian manusia?
  • Bagaimana seniman dan institusi seni merespons dampak-dampak negative terhadap pemanfaatan AI
  • Bagaimana seniman dan institusi seni menyikapi praktik-praktik seni yang sudah menyalahgunakan kemajuan teknologi dalam bentuk kecerdasan artifisial sehingga melewati batas-batas prinsip kesenian?

Subtema

 

Kecerdasan Buatan dan Keurbanan

Kecerdasan Buatan: Di antara Analog dan Digital

Kecerdasan Buatan dan Plagiarisme

Kecerdasan Buatan dan Media Seni

Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Seni

Kecerdasan Buatan dan Profesi Seni

Kecerdasan Buatan dan Pertunjukan Seni

Peserta Pemakalah

 

Akademisi

Dosen dan Mahasiswa

Praktisi

Pelaku Seni Kebudayaan dan Umum

Pembicara Utama

 

Prof. Dr. Yasraf Amir Piliang, MA

ITB

Dr. Martin Suryajaya, M.Hum.

IKJ

Patrick Gunawan Hartono, M.Mus., Ph.D

University of Melbourne

Dr. Indah Tjahjawulan, M.Sn.

IKJ

Seminar Nasional IKJ

KECERDASAN BUATAN & SENI

00 d
00 h
00 m
00 s

Kontak Kami